Tahukah Anda? (1)

green office

  • Dengan mengubah jarak margin pada dokumen yang Anda cetak menjadi 0,75 inci, berarti Anda sudah berhemat kertas sebanyak 5%.
  • Dengan memarkir mobil Anda di tempat yang teduh, berarti Anda sudah menurunkan suhu tangki bahan bakar di mobil Anda hingga 7 derajat, dan pastinya menghemat penguapan bahan bakar akibat panas sinar matahari.
  • Hutan hujan pernah meliputi 14% dari permukaan bumi. Sekarang hanya tersisa sekitar 6% dan menurut perkiraan para ahli hutan hujan yang tersisa itu akan habis dikonsumsi kurang dari 40 tahun. 1 sampai 1,5 hektar hutan hujan lenyap setiap 1 detik sebagai konsekuensi tragis pembangunan di negara-negara industri dan berkembang.
  • Laut di Kutub Utara diperkirakan akan mengalami musim panas yang pertama tanpa es pada tahun 2040.

Leave a comment »

DO YOU

Sinar matahari mengintip malu-malu di tepi langit pagi itu. Angin masih membawa hawa dingin bersama jatuhnya tetesan embun. Hanya suara ayam jantan dan burung yang mulai menyemarakkan kehidupan di bumi ini. Sementara aku baru saja tersadar dari alam mimpi. Aku baru kembali dari pengembaraan.

Aku tercekat. Aku baru saja bertemu masa laluku. Aku baru kembali dari waktu, yang selama ini kuharap bisa kuulang kembali… untuk memperbaiki yang rusak… atau sekadar menikmati manisnya kehidupan. Masa di mana pongahku masih meraja. Saat aku merasa paling pandai sedunia. Padahal, aku tidak tahu apa-apa.

Aku menemuinya lagi. Entah untuk yang keberapa kali di alam tak nyata. Berkali-kali kuciptakan masa di mana aku bisa berbicara bebas dengannya, tanpa rasa malu atau segan. Bebas berkata-kata tanpa perlu lari dari hadapannya saat pandang kami beradu, atau ketika matanya tajam tertuju padaku. Bebas berbicara dengan tata kalimat teratur yang singkat namun dapat mengungkapkan maksudku, kata hatiku. Bebas berekspresi dengan penuh kepercayaan diri kalau ia akan mendengarkan setiap kata dari mulutku. Bebas menjadi diriku sendiri…

Aku mendatanginya lagi, di alam mimpi. Tanpa basa-basi. Aku berondongkan padanya pertanyaan yang dulu tak sempat kutanyakan, atau tepatnya tak berani kusuarakan. Karena ketakutanku… atau karena sikapnya yang membeku.

 

“Adakah rasa itu?”

“Mungkinkah benar dugaku?”

“Kalau ya, kenapa tak kau datang padaku?”

“Atau, rasa ini memang hanya aku yang tahu?”

“Lalu, apa makna tatapan-tatapanmu? Atau senyum-senyummu? Atau kerlinganmu itu?”

Dengan senyum dan tatapan mata misteriusnya, seperti biasa, dia menjawab

“Kita tak akan pernah tahu, sebelum benar-benar bertemu…”

 

Siang itu, kulihat pesan darinya…

“Hai, apa kabar? Ketemuan yuk!”

 

……

 

(Mei 2010)

Leave a comment »

Pentingnya Mengoptimalkan Perkembangan Kognitif Anak

Orangtua mana yang tidak ingin anak-anaknya bertumbuh kembang dengan optimal? Orangtua mana juga yang tidak ingin anak-anaknya memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan berakhlak baik? Saya rasa jawabannya, TIDAK ADA!

Semua orangtua pasti ingin anak-anaknya lebih pintar dan maju dari dirinya. Setiap orangtua pasti ingin anak-anaknya bisa meraih cita-citanya dengan sukses. Karena itu, wajar saja jika hampir semua orangtua rela melakukan apa saja demi kehidupan dan masa depan anak-anaknya. Bekerja keras, memberikan semua fasilitas yang terbaik, pendidikan yang tinggi, nutrisi yang optimal, dan lain sebagainya.

Tapi, sebagai orangtua kita juga tidak boleh ‘dibutakan’ oleh keinginan dan harapan kita terhadap anak-anak, tanpa memikirkan keinginan dan apa yang terbaik untuk mereka nantinya. Memberikan beragam fasilitas terbaik tanpa membekali mereka dengan pengetahuan dan bimbingan yang cukup, bisa jadi justru akan menjerumuskan mereka ke dalam hal-hal yang buruk. Hampir setiap hari kita mengetahui dampak buruk dari berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan orangtua, dengan bebas dan tanpa bimbingan kepada anak-anaknya, baik yang terjadi di sekeliling kita maupun yang kita ketahui dari media massa.

Karena itulah, sebagai orangtua kita diharapkan bisa lebih bijaksana dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak-anak kita. Apa yang menurut kita baik, mungkin tidak demikian menurut mereka. Begitu juga sebaliknya. Apa yang menurut orangtua tidak baik, mungkin justru akan sangat bermanfaat bagi mereka di masa depannya kelak.

Dalam memberikan hal-hal yang terbaik bagi anak-anak, nutrisi merupakan salah satu faktor penting yang harus saya perhatikan. Tidak bisa sembarangan dan asal saja. Karena apa yang kita berikan saat ini, akan memberikan dampak yang luar biasa bagi masa depan anak-anak. Karena itulah, saya selalu berusaha untuk memberikan nutrisi yang terbaik untuk mereka.

Terus terang, saya sangat ingin anak-anak saya memiliki tubuh yang sehat dan otak yang pintar. Karena itu, berbagai pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan saat masih berkarir sebagai wartawan, benar-benar menjadi harta yang sangat berharga. Berbekal banyak wawancara dengan dokter dan ahli kesehatan selama 11 tahun lebih, saya menjadi tahu nutrisi apa saja yang terbaik yang bisa saya berikan kepada anak-anak saya.

Tapi, itulah ajaibnya ilmu pengetahuan…atau betapa masih rendahnya pengetahuan saya mengenai kesehatan anak (biar bagaimana pun saya bukanlah seorang dokter atau ahli kesehatan), masih banyak fakta kesehatan anak yang saya belum tahu. Misalnya, saya baru tahu bahwa di periode golden years, struktur otak balita mengalami perkembangan paling pesat dan memerlukan nutrisi lengkap dan seimbang, selain itu asupan energi tahan lama pun penting untuk mendukung pertumbuhan optimal. Selain itu, balita juga butuh tingkatan energi yang berbeda untuk mendukung aktifitas otak dan tubuh mereka. Fakta lainnya yang saya baru tahu adalah:

  • otak anak, karena tetap bekerja saat tidur/istirahat, maka tetap membutuhkan tenaga untuk melakukan fungsinya secara optimal
  • meskipun berat otak anak hanya 10% dari berat tubuh secara keseluruhan, namun membutuhkan energi hingga 40% dari energi yang dibutuhkan seluruh tubuhnya
  • asupan energi yang tahan lama terhadap otak anak dapat mempengaruhi kemampuan kognitif seperti attention span dan fast recall of memory yang secara langsung mempengaruhi kemampuan belajar anak

Karena itulah, wajar jika otak anak membutuhkan nutrisi khusus untuk mendukung optimalisasi fungsi otak, yang pastinya akan mempengaruhi kemampuan kognitif mereka di masa depan. Karena itu, ketika saya mengetahui dari seorang teman, mengenai Isomaltulosa, yang bisa membantu mengoptimalisasi perkembangan kognitif anak, tentu saja saya langsung tertarik. Dari hasil berselancar di dunia maya, ada beberapa fakta menarik yang saya temukan mengenai Isomaltulosa.

  • Isomaltulosa diketahui dapat dicerna lebih lama dan maka dari itu dapat memberikan energi lebih lama kepada tubuh dan otak. Ini telah di buktikan oleh banyak jurnal ilmu pengetahuan[1]
  • Isomaltulosa terbuat dari bahan alami dan bukan merupakan pemanis buatan sehingga secara umum aman dikonsumsi oleh balita & anak[2]
  • Secara alami, isomaltulosa terdapat dalam madu dan tebu dalam jumlah sedikit. Melalui inovasi yang ditemukan oleh seorang profesor di Jerman, Isomaltulosa dapat pula dihasilkan dari pengolahan sukrosa dengan sumber sukrosanya adalah tanaman bit[3]
  • Isomaltulosa sudah disetujui sebagai produk pangan untuk populasi umum, baik anak maupun dewasa, di lebih dari 40 negara di seluruh dunia, termasuk AS, Eropa, Jepang, Australia & Selandia Baru[4]

Jadi, ketika ada sebuah produk susu yang punya sejarah cukup lama di Indonesia, menambahkan Isomaltulosa ke dalam produknya, saya pun segera mencobanya untuk anak-anak saya. Mungkin sekarang saya belum bisa langsung melihat hasilnya. Tapi, saya yakin, di masa depan kelak, anak-anak saya pasti akan berterima kasih kepada mamanya ini. Hehehehe…..


[2] Holub I et al. Novel findings on the metabolic effects of the low glycaemic carbohydrate isomaltulose. British Journal of Nutrition 2010; 103: 1730-1737

Leave a comment »

Hemat Uang plus Bahan Bakar

Ingin menghemat bahan bakar hingga 20%? Ikuti 10 tips mudah berikut ini.

1. Periksa Penyaring Udara.
Setidaknya satu dari empat mobil membutuhkan penyaring udara baru. Sebuah penyaring udara yang bersih bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 10%.

2. Sejajarkan Roda.
Tinggi roda yang tidak sejajar tidak hanya membuat ban menjadi cepat aus (botak), namun juga memaksa mesin kendaraan bekerja lebih keras. Sejajarkan roda kendaraan dan Anda bisa berhemat bahan bakar hingga 10%

3. Rawat Mesinnya.
Kapan terakhir kali Anda memperbaiki kendaraan? Mesin kendaraan yang rutin diperbaiki akan meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 4%.

4. Jaga Tekanan.
Lebih dari seperempat kendaraan berjalan dalam kondisi ban yang hampir pecah. Tekanan ban yang kurang dari seharusnya bisa menyebabkan Anda kehilangan efisiensi bahan bakar hingga 2,8%.

5. Tutup Dengan Benar.
Percaya atau tidak, sekitar 17% kendaraan yang melintas di jalanan tidak memiliki tutup tangki bahan bakar. Penguapan bahan bakar tidak hanya menyebabkan pemborosan secara ekonomi, namun juga menyebabkan polusi udara. Menjaga agar tangki bahan bakar selalu tertutup dengan benar merupakan cara mudah untuk berhemat bahan bakar dan mencegah polusi udara.

6. Jangan Ngebut!
Setiap kali Anda menurunkan kecepatan kendaraan 5 mph, berarti Anda sudah mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 7%

7. Santai Saja.
Menghindari cara mengemudi yang tidak stabil alias menginjak rem dan gas secara mendadak akan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Tidak percaya? Cara mengemudi yang tidak stabil akan meningkatkan pemborosan hingga 1/3-nya.

8. Biarkan Pedal Rem.
Mengemudi dengan posisi kaki selalu di pedal rem tidak hanya membuat bantalan rem menjadi cepat aus (yang berarti Anda harus segera membeli yang baru), namun juga meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga 35%.

9. Ringankan Bebannya.
Setiap pertambahan 100 pound beban pada kendaraan Anda, mesin akan kehilangan efisiensi bahan bakar sebanyak 1-2%. Jangan biarkan terlalu banyak barang menumpuk dalam kendaraan Anda.

10. Matikan Mesinnya!
Selain mengakibatkan polusi udara, membiarkan mesin mobil menyala saat tidak berjalan akan memboroskan bahan bakar. Jika Anda berhenti selama lebih dari 30 detik, matikan mesinnya. Dan Anda tidak perlu memanaskan lagi mesin mobil sebelum mengemudi karena memang tidak diperlukan.

Leave a comment »

Green Electronics Shopping

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan, salah satunya dengan belanja ramah lingkungan.


  • Hindari membeli perabot baru. Jika Anda tidak benar-benar membutuhkan atau hanya karena cemburu pada tetangga, jangan beli perabot rumah tangga yang baru. Jika ingin membeli, carilah perabot yang hemat energi, tahan lama, dan ada jaminan purna jualnya.

  • Belilah barang yang tahan lama. Jangan beli perabotan rumah tangga hanya karena harganya yang lebih murah namun cepat rusak. Tidak apa jika harganya lebih mahal sedikit, namun akan bisa menghemat pengeluaran Anda untuk perbaikan dan perawatan.

  • Cari yang berlabel hemat energi. Kini semakin banyak produk yang menempelkan label hemat energi. Tapi, usahakan mencari produk yang peringkat hemat energinya paling tinggi di antara produk serupa lainnya. Pertama, cari logo sistem EPEAT (Electronic Products Enviromental Assessment Tool), yang menandakan penggunaan material yang ada di dalamnya tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya lebih dari batas yang diperbolehkan. Instruksi sejenis berlaku untuk Logo RoHS (Restriction of Hazardous Subtances), namun lebih diperuntukkan bagi pasar Eropa. Yang kedua, cari logo Energy Star empat koma nol yang menjelaskan besar konsumsi daya listrik. Untuk mendapatkan logo ini, sebuah komputer harus mempunyai konsumsi daya listrik kurang dari 50watt pada saat tidak digunakan dan sebesar 4watt pada saat status standby.

laptop

  • Beli alternatifnya. Belilah produk yang hemat energi namun bisa memenuhi kebutuhan Anda. Misalnya, laptop lebih efisien daripada komputer biasa, atau mesin cuci dengan pintu di bagian depan lebih hemat air daripada mesin cuci yang pintunya berada di bagian atas.

Leave a comment »

Membuat Pupuk Kompos Sendiri

Cara terbaik mengendalikan sampah rumah tangga kita sendiri adalah dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos. Pupuk ini terbuat dari bahan organik dan proses pembuatannya tidak terlalu rumit karena tidak membutuhkan tempat luas, banyak peralatan, dan biaya. Kompos berguna untuk memperbaiki struktur tanah, zat makanan yang diperlukan tumbuhan akan tersedia. Mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik. Hasilnya bunga-bunga berkembang, halaman menjadi asri dan teduh. Hawa menjadi segar karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan.

Bahan yang dibutuhkan:

  • Bak atau drum plastik bekas
  • Karung goni atau anyaman bambu
  • Tanah atau paving block

Cara membuat:

  • Campur satu bagian sampah hijau (sampah organik) dan satu bagian sampah coklat (sampah kotoran hewan) di dalam bak atau drum bekas yang bagian bawahnya ditutupi tanah atau paving block dan sudah diberi lubang agar kelebihan air dapat merembes ke tanah.
  • Tambahkan satu lapisan tanah atas, campurkan. Biarkan mikroba aktif dalam tanah bekerja mengolah sampah menjadi kompos.
  • Ulangi lagi proses pertama dan kedua untuk lapisan berikutnya. Tutup drum atau bak plastik dengan karung goni atau anyaman bambu. Proses ini bisa juga dilakukan setiap dua hari sekali.
  • Setelah tujuh hari, buka dan aduklah pupuk kompos tersebut. Setelah itu tutup lagi. Lakukan proses ini setiap tujuh hari sekali.
  • Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.
  • Setelah 4-6 minggu, jika campuran pupuk berwarna kehitaman, dan sudah tidak berbau sampah lagi, berarti proses pengomposan sudah selesai.
  • Ayak dan pisahkan bagian yang kasar, jika perlu. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.

Cool facts: Apabila setiap rumah tangga melakukan pemilahan sampahnya: yang organik dijadikan kompos, dan yang non-organik disedekahkan kepada pemulung, maka diperkirakan pemerintah tinggal mengelola sisa sampah yang tidak dapat didaur ulang, yaitu kurang lebih 10%.

Comments (3) »

What is downcycling and upcycling?

Kita sudah mengenal istilah recycling, tapi mungkin masih banyak yang belum mengetahui istilah downcycling dan upcycling.

  • Downcycling adalah menggunakan kembali sebuah produk yang tidak bisa didaur ulang secara sempurna menjadi produk yang sama atau berfungsi sama. Hal ini terjadi pada produk plastik tipe 2 (HDPE-High Density Poly Ethylene), yang awalnya digunakan sebagai tempat susu, jus, atau air mineral. Plastik jenis ini tidak bisa didaur ulang secara sempurna untuk kemudian digunakan kembali sebagai wadah makanan atau minuman. Produk yang bisa dihasilkan dari daur ulang plastik jenis ini antara lain adalah meja, kursi, dan keranjang sampah. Selain itu, plastik tipe 2 ini juga biasanya dicampur dengan plastik tipe lainnya saat proses daur ulang, dan akhirnya menghasilkan produk plastik tipe 7, yang tidak bisa lagi didaur ulang. Setiap produk tipe 7 yang sudah tidak digunakan lagi atau rusak akan berakhir di tempat sampah. Contoh produk lain yang mengalami downcycling adalah kertas. Kertas berkualitas yang digunakan untuk menulis tidak bisa lagi didaur ulang menjadi produk serupa, melainkan menjadi produk kertas untuk fotokopi, kartu, dan tisu toilet.

  • Upcycling adalah kebalikan dari proses downcycling, yaitu mendaur ulang produk untuk menjadi produk yang memiliki nilai lebih baik dari produk sebelumnya. Misalnya, tas belanja yang terbuat dari bungkus bekas beragam produk makanan dan minuman atau botol bekas jus yang digunakan kembali menjadi pot tanaman. Dengan begitu, botol bekas jus tersebut telah ‘diberikan nilai lebih’, yaitu nilai ramah lingkungan. Karena itu, sebaiknya kita berupaya untuk melakukan upcycling daripada downcycling. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan jenis botol saat membeli minuman, lebih baik membeli botol plastik jenis 1 daripada plastik jenis 2.

Leave a comment »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.